Ketua Rijalul Ansor Semarang Imbau Kader NU Paham Sejarah

SEMARANG, Harianmuria.com – Ketua Rijalul Ansor Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, M. Nurul Huda mengatakan bahwa, seluruh kader GP Ansor dan Fatayat NU perlu ngaji sejarah.

 

Menurutnya, para Kader Ansor dan Fatayat perlu memahami sejarah masing-masing bahwa, kalangan santri memiliki peran besar dalam membela @gama, bangsa, dan negeri sejak dulu hingga sekarang.

 

“Jauh sebelum NU lahir. Telah ada tokoh besar dari kalangan santri yang berjuang bagi bangsa dan @gamanya, yaitu Raden Mas Ontowiryo atau yang terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro,” ucapnya saat menjadi pembicara dalam acara Peringatan Harlah GP Ansor ke-8-8 dan Harlah Fatayat NU ke-72 di aula Kantor Kecamatan Tembalang, Minggu (24/04).

 

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Bhabinkamtibmas Polsek Tembalang dan Babinsa Koramil 12 Tembalang serta MWC NU Tembalang.

 

Gus Huda menjelaskan, Pangeran Diponegoro memimpin sebuah perang besar dan berlangsung selama lima tahun, yaitu tahun 1825 hingga tahun 1830 di Pulau Jawa, Hindia Belanda.

 

Terkait sejarah Ansor, Gus Huda mengingatkan bahwa seluruh kader Ansor harus mampu tampil menjadi penolong, bukan sebaliknya.

 

“Nama Ansor ini merupakan saran KH Abdul Wahab Chasbullah. Salah seorang ulama besar tanah air yang juga pendiri NU sekaligus guru besar kaum muda saat itu yang diambil dari nama kehormatan yang di berikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan @gama Allah SWT,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Semarang, Abdurrahman atau yang akrab di sapa Gus Dora mengatakan bahwa, prinsip dan semangat hubbul wathan minal iman perlu terus ditanamkan.

 

“Sejarah lahirnya Gerakan Pemuda Ansor tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kelahiran dan gerakan NU. Kelahiran Ansor di warnai oleh semangat perjuangan, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit [email protected] Pada Muktamar NU kesembilan, GP Ansor secara resmi diterima dan disahkan sebagai bagian atau departemen pemuda di organisasi NU. Tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, yang kemudian di tetapkan sebagai Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor,” tuturnya.

 

Ketua Rijalul Ansor Semarang Imbau Kader NU Paham Sejarah

 

Acara Peringatan Harlah GP Ansor Ke-delapan puluh delapan dan Harlah Fatayat NU Ke-72 ini kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan buka puasa bersama. (Lingkar Network | Harianmuria.com)