Deretan Negara dengan Suku Bunga Tertinggi di Dunia

Suku Bunga Tinggi Tidak Selalu Menguntungkan

Sebagian besar masyarakat Indonesia telah memiliki akun perbankan. Mayoritas pemilik akan menaruh uangnya di rekening. Kamu pasti pernah mendengar orang yang mengeluhkan suku bunga bank yang kecil, baik tabungan biasa atau deposito. Padahal, proses ekonomi diatur sedemikian rupa, juga nominal suku bunga, untuk menjaga kondisi keuangan negara dan masyarakat selalu aman.

Besaran suku bunga di sebuah negara akan tidak sama dengan negara lain. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi di negara yang bersangkutan. Meski begitu, ada daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Naasnya, bunga yang besar tidak menjamin kehidupan sejahtera.

Berikut ini adalah pembahasan tentang daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Simak baik-baik, ya!

 

10 Negara dengan Suku Bunga Tertinggi di Dunia 

Di tiap-tiap negara, juga dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia, suku bunga terpengaruh oleh tingkat inflasi. Pada dasarnya, inflasi merupakan hal yang lumrah terjadi. Dampak inflasi mengharuskan Bank Sentral meningkatkan suku bunga. Hal tersebut punya tujuan agar masyarakat menaruh uang daripada membelanjakannya.

Berikut adalah daftar negara suku bunga tertinggi di dunia:

1. Argentina

Argentina menempati posisi pertama dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Di negara ini, Anda akan memperoleh bunga deposito sampai 60%. Artinya, jika Anda memiliki tabungan deposito sebanyak Rp 1 juta, Anda akan mendapat bunga Rp 600 ribu setahun. Tingginya suku bunga Argentina terjadi akibat besarnya inflasi, yaitu mencapai 50,9%. 

Maka, selain memperoleh suku bunga besar, masyarakat setempat juga mengeluarkan biaya mahal untuk belanja keperluan sehari-hari. Ekonomi Argentina konsisten melemah sepanjang 17 tahun terakhir sehingga menempatkannya dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Bahkan, negara ini menderita kerugian sampai Rp 45 triliun karena penurunan produksi minyak dan bahan bakar.

 

2. Venezuela

Di posisi kedua ada Venezuela, sebuah negara di kawasan Benua Amerika. Beberapa tahun terakhir, negara ini kena inflasi hebat sampai 686%. Hal tersebut membuat bank sentral setempat meningkatkan suku bunga deposito sampai 36% untuk menekan peredaran uang.

Sejak 2014, Venezuela menderita resesi gawat sebagai akibat dari inflasi. Hal tersebut berdampak pada GDP Venezuela yang bernilai US$400 miliar pada sepuluh tahun lalu menjadi US$60 miliar saat ini.

 

3. Zimbabwe

Zimbabwe merupakan negara di kawasan Afrika. Saat ini, negara yang Emmerson Mnangagwa pimpin memiliki suku bunga yang tinggi, yaitu 26% akibat laju inflasi yang masih tinggi, yaitu capai 60,74%. 

Pada bulan Mei lalu, bahkan inflasi Zimbabwe menyentuh angka 131,7%. Inflasi besar-besaran yang melanda Zimbabwe menjadikan negara tersebut duduk di posisi ketiga dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Tingginya angka tersebut tidak berarti banyak. Sebab, negara tersebut telah kadung babak belur.

 

4. Uzbekistan

Uzbekistan juga salah satu negara dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Laju inflasi negara ini tidak amat besar, yaitu hanya 10%. Namun, pemerintah setempat selalu memberlakukan suku bunga yang cukup tinggi untuk menekan peredaran uang. 

Di Uzbekistan, pemilik rekening bank akan mendapat suku bunga sampai 15,8% untuk deposito. Saat ini Uzbekistan sedang berbenah untuk melakukan perbaikan proses ekonominya. Bahkan, negara ini juga menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang tertentu.

 

5. Madagaskar

Madagaskar duduk di peringkat kelima dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Negara ini memiliki suku bunga sebesar 13,75% tahun ini. Laju inflasi di Madagaskar mencapai 6,12%. Meski tergolong kecil, kondisi ekonomi masyarakat Madagaskar tidak sepenuhnya membaik. 

Melansir dari CNN Indonesia, Madagaskar masuk dalam sepuluh negara paling miskin di dunia di bawah Burundi, Somalia, dan Mozambik. Pendapatan per kapita masyarakat Madagaskar adalah US$480. Saat ini, negara tersebut juga sedang dalam ancaman penghasilan pajak yang menurun dan ancaman pangan.

 

6. Turki

Turki yang menjadi salah satu tempat liburan favorit ternyata juga mengalami inflasi besar, yaitu 36,08% yang berdampak pada tingginya suku bunga. Di sana, Anda akan mendapat bunga deposito 12,5%. Pada bulan Juli 2022, bahkan inflasi Turki menyentuh angka 78%. Di negara tersebut sektor transportasi bahkan mengalami kenaikan harga sampai 123% dibanding tahun sebelumnya.

 

7. Georgia

Georgia adalah negara berkembang di benua Eropa. Negara ini memiliki suku bunga sampai 11,28% agar menempatkannya dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Negara ini mengalami inflasi 13,9% yang menyebabkan lemahnya daya beli masyarakat. Kondisi ekonomi Georgia saat ini lebih baik daripada awal tahun 2022. Di bulan Januari, tercatat tingkat inflasi Georgia mencapai 13,9%.

 

8. Lebanon

Saat ini, Lebanon masih mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan banyak masalah. Inflasi yang mencapai 224,39% menyebabkan timbulnya kasus baru yang lebih besar.  Bunga 9,7% yang bank sentral setempat tetapkan belum cukup untuk melakukan perbaikan kondisi. Pada 14 September 2022, bahkan ada sekitar tujuh bank yang masyarakat sandera. Hal tersebut merupakan buntut dari pembekuan tabungan deposito yang bank melakukan sejak tiga tahun terakhir.

 

9. Azerbaijan

Azerbaijan menempati posisi ke sembilan dalam daftar negara suku bunga tertinggi di dunia. Negara ini mengalami inflasi yang cukup besar di bulan September lalu, yaitu mencapai 15,6%. Hal tersebut berdampak pada suku bunga yang menyentuh 8,69%. Tingkat inflasi di bulan September menjadi yang tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Dalam periode tersebut, inflasi Azerbaijan hanya mencapai 5,7%.

 

10. Sierra Leone

Sierra Leone adalah negara di kawasan Afrika Barat. Negara ini memiliki tingkat inflasi 28,2 % pada September 2022 dan suku bunga 8,25&. Tingkat inflasi Sierra Leone naik tajam pada Oktober 2021. Di mana, waktu itu, inflasi negara ini hanya 14,55%. 

 

Keuntungan Jika Suku Bunga Tinggi

Berikut adalah keuntungan jika suku bunga tinggi bagi sebuah negara:

1. Nilai Tukar Mata Uang Lokal Akan Membaik

Naiknya suku bunga bisa berdampak pada menguatnya nilai mata uang setempat. Suku bunga yang naik dapat mengakibatkan investor masuk ke suatu negara untuk membangun bisnis.

 

2. Mengendalikan Inflasi

Kenaikan suku bunga bisa menghimpit angka inflasi. Hal ini karena masyarakat akan cenderung menaruh uangnya. Baik didalam bentuk tabungan atau deposito daripada membelanjakannya. Sehingga, jumlah yang beredar tidak terlampau banyak.

 

3. Imbal Hasil Surat Utang Indonesia Naik

Dengan naiknya suku bunga, imbas hasil surat utang juga mengalami pertambahan nilai. Hal ini justru baik karena tingkat suku bunga mengikuti negara maju.

 

4. Aliran Modal Asing Masuk

Implikasi langsung dari naiknya nilai surat utang, akan ada banyak modal asing yang masuk. Di sisi lain, kebijakan meningkatkan suku bunga dapat menghambat modal asing keluar.

 

5. Bunga Deposito Naik

Suku bunga bank sentral yang naik mengakibatkan bunga deposito juga mengalami kenaikan. Hal ini dapat mengakibatkan nasabah bank lebih untung.