kehidupan baru setelah menikah

https://www.shafza.com

“kamu tidur duluan aja, saya masih ada kerjaan (sambil berlalu dari hadapan salsa dengan tatapan dingin) ucap rendra”.

Salsa bingung dengan mas rendra gak ada  senyum sedikitpun. Udah kayak robot aja. Muka Datar banget. Sabar, kamu harus membiasakan diri menghadapi sikap mas rendra. Nanti mas rendra juga berubah sikapnya.(ucap salsa dalam hati).

Salsa tidak mendengarkan perkataan dari mas rendra. Dia mau membuatkan minuman dan cemilan untuk mas rendra biar ada teman pada saat bekerja. Dan langsung menuju dapur dan setelah selesai menuju ke ruang kerja mas rendra untuk mengantarkannya. Salsa tidak peduli nantinya dengan tanggapan mas rendra yang penting dia sudah melakukan tugasnya sebagai istri.

“Didepan pintu ruang kerja mas rendra, salsa sedikit takut untuk mengetok pintunya. Karena takut dengan reaksinya mas rendra apalagi dengan wajah datarnya.
Dan akhirnya dengan mengumpulkan keberanian salsa akhirnya mengetok pintunya.

“Tok.. tok..tok..mas rendra boleh saya masuk ucap salsa”.

“Kamu mau ngapaian kesini salsabila putri amira jawab rendra”.

“Saya mau buatkan mas minuman sama cemilan sambung salsa”.

“Masuk (dengan ekspresi datar) ungkap rendra”. Saya letakkan minuman di sini ya mas (dengan mimik wajah takut). Saya sudah katakan untuk kamu istirahat, kenapa kamu malah tidak dengarkan perkataan saya dengan sedikit kesal.

Maaf mas, bukan saya tidak mau mendengarkannya tapi saya sebagai istri mas ingin membuatkan minuman sama cemilan untuk nemani mas di ruang kerja  ucap salsa

Tapi saya tidak meminta kamu untuk membuatkannya. Kalau saya mau biar nanti minta tolong ke asisten rumah tangga (nada kesal). Mending kamu balik ke kamar untuk istirahat dan jangan membantah lagi perkataan saya ujar rendra

Tanpa banyak berbicara lagi salsa pergi dari ruangan rendra karena kesal dengan sikap suaminya. bukan mengucapkan terima kasih kepada dirinya malah mengusirnya. Setiba di dalam kamar salsa hanya memandang langit kamarnya. Dia heran dengan pernikahan ini tidak ada kehangatan yang dia dapat dalam rumah tangga ini. padahal pernikahan ini masih baru terlaksana dalam beberapa jam yang lalu tapi rendra yang sekarang sudah berstatus suaminya terlalu dingin terhadapnya. Beginikah rasanya menikah atas dasar perjodohan dan tanpa adanya rasa saling cinta. Sampai kapan pernikahan ini seperti ini dan apa nantinya akan berjalan mulus kedepannya. Jika di pikir terus tentang dibawa kemana pernikahan ini rasa kepala salsa mau pecah.

Di ruang kerja rendra juga bingung dengan keadaan pernikahan ini. Harus menjalankan pernikahan ini. Dia menikah atas dasar perjodohan oleh orang tuanya. Tidak ada dasar cinta dalam pernikahan ini. Apa pernikahan ini baik-baik saja nantinya. Dia sendiri bingung harus bersikap seperti apa salsa yang sudah berstasus jadi istrinya.  Sekarang rendra tidak sendiri lagi dia sudah menjadi kepala keluarga. Dan memukul kepalanya ke meja kerjanya. Keadaannya sekrang sudah berubah 100% dalam sekejap.


“Istri adalah tulang rusukmu, ia bukanlah wanita yang bisa engkau suruh-suruh. Perlakukanlah ia dengan kelembutan, maka ia akan lebih lembut dari perlakuanmu.”

“Menikah adalah sebuah proses menerima kekurangan pasangan yang tidak engkau temui ketika taaruf dengannya.”

Kata bijak itu terus berputar dikepala rendra. Apa dia salah bersikap dingin kepada istrinya sendiri.aaaaa langsung memukul  meja kerjanya. Kenapa rumit begini hidup saya tuhan dalam pernikahan ini. Disatu sisi saya tidak mau menyakitkannya. Dan disisi lain saya tidak mau memberikan dia harapan.