Irit pangkal kaya, sebuah pepatah yang tentu saja tidak asing dalam telinga Anda. Semenjak kecil, Anda dan saya tentu saja tentu seringkali diminta untuk menabung. Umumnya, tidak untuk jadi kaya, tapi untuk menyiapkan masa datang dan agar uang saku tidak habis untuk jajan.
Tetapi dalam sekian tahun ini ada istilah yang lain dipakai untuk mengaplikasikan irit pangkal kaya. Istilah itu adalah investasi. Bahkan juga disebut investasi dapat membuat kita kaya dalam saat yang bisa lebih cepat dibanding menabung biasa. Apa itu betul? Dan apa sich perbedaan menabung dan investasi itu? Di lansir dari Okeinvesting akan menjelaskan lebih jelas.
Perbedaan Menabung dan Investasi
Walau serupa, tetapi kenyataannya menabung dan investasi adalah dua hal yang lain. Berikut bedanya:
1. Pengertian
Menabung adalah aktivitas menyisihkan beberapa penghasilan atau uang jajan untuk menyiapkan keperluan di masa datang. Ada dua instrumen yang dapat Anda gunakan untuk menabung, yakni celengan dan bank.
Sementara investasi adalah proses mempertaruhkan beberapa sumber daya demi memperoleh keuntungan di masa datang. Sumber daya di sini tidak terus-terusan uang, tapi bisa juga waktu, dan tenaga . Maka, dapat disebutkan jika investasi bukan hanya beli saham, reksa dana atau instrumen keuangan yang lain, tapi termasuk juga mempertaruhkan uang, waktu dan tenaga untuk sekolah atau tingkatkan kemampuan.
2. Hasil
Hasil tabungan lebih kurang sama dalam jumlah uang yang Anda mengumpulkan untuk ditabung. Misalkan, tiap bulan Anda menabung Rp100.000. Karena itu pada sebuah tahun uang tabungan Anda ya terkumpul lebih kurang Rp1.200.000. Kalaulah kurang, kemungkinan hanya beberapa ribu untuk biaya administrasi bank. Tabungan di bank memang tawarkan suku bunga, tetapi biasanya suku bunga tabungan perbankan tidak kurang besar dibanding keuntungan investasi.
Di lain sisi, hasil investasi dapat semakin besar ataupun lebih kecil dibanding uang yang Anda setorkan /bulannya. Karena dalam investasi, Anda berkesempatan untuk memperoleh keuntungan berbentuk capital gain dan dividen, sekalian berkesempatan untuk memperoleh rugi berbentuk capital loss.
3. Agunan
Menabung mempunyai agunan atas peluang kehilangan dana. Sementara investasi tidak ada instansi yang memberi agunan.
Simpanan di bank, baik itu berbentuk tabungan atau deposito ditanggung oleh Instansi Penjamin Simpanan (LPS). Terkecuali bila nilai simpanan itu lebih dari 2 miliar rupiah. Di lain sisi, investasi berbentuk apa saja tidak ada agunan.
4. Resiko
Menabung semakin aman dibanding investasi karena tabungan di bank ditanggung oleh pemerintahan.
Ada peluang rugi dan tidak ada agunan dari LPS membuat resiko investasi lebih tinggi dibanding resiko tabungan. Oleh karenanya, yakinkan Anda melakukan investasi dengan memakai jasa perusahaan yang sudah mempunyai lisensi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk pasar modal, atau Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) untuk produk pasar komoditi, seperti cryptocurrency.
Lantas bagaimanakah dengan investasi kemampuan dan properti? Yakinkan Anda pilih instansi pelatihan dan developer dengan reputasi yang bagus. Karena, biasanya investasi kelompok ini tidak dapat selekasnya memperoleh keuntungan.
Bila tidak mau ambil resiko tinggi, Sebaiknya anda investasi di asset beresiko rendah tetapi memberikan keuntungan yang tidak kecil.
Lalu, apa tabungan tidak mempunyai resiko? Resiko tentu ada. Anda menabung di celengan juga tentu ada resiko kehilangan. Begitu juga dengan menabung di bank. Resiko menabung di bank dapat berbentuk bank-nya pailit hingga uang Anda tidak kembali atau suku bunga tabungan di bank tidak sama dengan inflasi. Tetapi resiko ini lumayan kecil karena ada agunan dari LPS.
5. Akses
Perbedaan di antara menabung versus investasi seterusnya adalah akses pada uang. Dalam masalah ini, uang tabungan lebih mudah dicairkan dibanding dengan uang yang diinvestasikan. Apa lagi sekarang ini ada aplikasi mobile banking dan dompet digital, Anda tak perlu ke ATM untuk tarik uang agar dapat dibelanjakan.
Di lain sisi, uang yang diinvestasikan tidak selamanya mudah dicairkan bergantung dengan jenis instrumen investasi. Uang di investasi di reksa dana pasar uang (RDPU) misalkan, memerlukan waktu minimal dua hari kerja agar dapat dicairkan. Ini pasti berlainan bila Anda melakukan investasi properti, seperti rumah atau kost-kosan. Untuk cairkan keuntungan investasi properti semacam ini, Anda perlu jual kamar kost dan atau rumah yang bisa saja memerlukan waktu beberapa bulan.
6. Sistem pengendalian
Sudah pernahkah Anda berpikiran, apa yang sudah dilakukan bank dengan uang tabungan Anda? Yap! Biasanya nasabah tidak pikirkan pemakaian uang mereka oleh bank karena telah seutuhnya yakin dengan lembaga itu. Perlu Anda kenali sesungguhnya uang tabungan Anda di bank akan diteruskan berbentuk kredit oleh instansi itu.
Ini berlainan dengan investasi. Dalam investasi (terkecuali reksa dana), Anda dituntut untuk mengurus uang Anda sendiri. Mengakibatkan, Anda harus pintar-pintar pilih emiten, pilih instrumen investasi dan mengelolanya.
Lebih Baik Menabung atau Investasi?
Lalu, mana yang lebih bagus, menabung atau investasi? Untuk jawab pertanyaan ini, minimal Anda harus menimbang beberapa hal ini:
Manfaat
Investasi lebih bagus memakai uang dingin atau beberapa penghasilan yang menyengaja disisihkan untuk investasi. Adapun tabungan pas dipakai untuk penuhi keperluan setiap hari, keperluan menekan atau keperluan dalam jangka pendek.
Likuiditas
Sama seperti yang disebut sebelumnya, biasanya asset investasi lebih sulit untuk dicairkan dibanding dengan tabungan. Mengakibatkan, Anda harus pintar membuat opsi investasi atau tabungan sesuai keperluannya.
Keuntungan dan resiko
Mana yang lebih Anda harapkan? Memperoleh tambahan keuntungan alias penghasilan sampingan, atau menghindar resiko? Bila Anda ingin memperoleh penghasilan sampingan, karena itu investasi lebih bagus. Tetapi jika Anda ingin terbebas dari resiko, karena itu menabung lebih pas untuk dilaksanakan.
Karena beberapa perbedaan dan factor di atas, beberapa orang yang lakukan investasi dan menabung sekalian sesuai keperluannya. Misalkan, dengan mempersiapkan dana genting di tabungan dan investasi reksa dana untuk menyiapkan pernikahan di dalam 2 atau 3 tahun depan. Dengan begitu, saat ada keperluan, orang itu dapat terhubung dana daruratnya lebih mudah.