Mobilitas Sosial, Mengenal Sosial Sinking di Masyarakat.

Mobilitas Sosial, Mengenal Sosial Sinking 

Setiap manusia diciptakan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. Individu yang merasa tidak puas dengan status yang telah diwariskan dari orang tuanya, karena pada

dasarnya setiap individu tidak bisa memilih oleh siapa ia dilahirkan. Hal inilah yang bisa menjadi dorongan untuk berupaya memperoleh kedudukan atau status yang lebih baik dari orang tuanya.

Fenomena mendadak kaya merupakan suatu keadaan yang dapat dialami oleh siapa saja, tidak selalu dari orang yang termasuk golongan ekonomi menengah ke atas tetapi juga dapat dialami oleh orang yang termasuk golongan ekonomi menengah kebawah. Bagi orang yang termasuk golongan ekonomi menengah ke atas mungkin tidak terkejut (bagi masyarakat umum status sosial dan status ekonomi menjadi media untuk bergerak dan indikator bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam sosiologi mobilitas sosial merupakan proses keberhasilan seseorang untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi maupun proses kegagalan seseorang di kelas sosial yang lebih rendah. Mobilitas sosial tidak hanya diartikan sebagai bentuk perpindahan dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi karena sesungguhnya mobilitas sosial dapat berlangsung dua arah. Sebagian orang mengalami keberhasilan dalam mencapai status yang lebih tinggi, sebagian yang lain mengalami kegagalan, dan selebihnya tetap pada status yangdimilki oleh orang tua mereka (Soekanto, 1990)

Berdasarkan jenisnya, mobilitas sosial dibagi menjadi dua yaitu mobilitassosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal. Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan obyek sosial dari kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat. Terdapat dua macam mobilitas sosial vertikal menurut arahnya yaitu mobilitas sosial vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah (social sinking). Mobilitas sosial vertikal ke atas atau social climbing adalah perpindahan anggota masyarakat dari kelas sosial rendah ke kelas sosial yang lebih tinggi. Sedangkan mobilitas sosial ke bawah atau social sinking adalah perpindahan anggota masyarakat dari kelas sosial tertentu ke kelas sosial lain yang lebih rendah. Jenis mobilitas sosial yang lain adalah mobilitas sosial Horizontal yaitu perpindahan obyek sosial lain dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lain yang sederajat (Pitirim 1928 dalam Soekanto 1982).

Dalam pandangan Sorokin, mendefinisikan mobilitas sosial secara kuat sebagai perpindahan ruang sosial. Mempelajari menegenai mobilitas sosial, perhatian kita tidak hanya ditujukan pada adanya perpindahan posisi sosial individu-individu, akan tetapi juga ada konsekuensi dari perpindahan tersebut bagi kelompok-kelompok sosial dan struktur sosial secara keseluruhan dimana individu-individu tersebut akan berpindah.

Ketika kehidupan dan kesejahteraan sosial mulai membaik, dan masyarakat mempunyai uang yang cukup atau mungkin berlebih, mereka melakukan pembeliaan barang-barang secara berlebihan dan tidak melihat fungsi atau kegunaan dari barang tersebut serta dukungan dana yang berlebih untuk membeli barang-barang konsumsi. Seperti yang terjadi pada masyarakat petani tambak yang mendadak kaya, begitu banyak uang yang mereka dapatkan kemudian mereka gunakan untuk membeli barang-barang yang tidak sesuai dengan nilai guna.

Semoga informasi ini bermanfaat dan mampu menambah khasanah keilmuan kita di dunia pendidikan yang semakin canggih ini.