Awalnya cuma iseng. Kami duduk-duduk di teras rumah sepulang kerja, ngobrol ngalor-ngidul seperti biasa. Lalu entah siapa yang melempar ide: “Gimana kalau besok kita piknik aja? Nggak usah jauh-jauh, yang penting seru.” Dan seperti itulah, rencana dadakan itu berubah jadi salah satu hari paling menyenangkan yang pernah kami jalani di Mataram.
Jujur saja, Mataram sering dianggap sekadar kota transit sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke Senggigi, Gili, atau Sembalun. Tapi kalau kita mau luangkan waktu, kota ini punya banyak sudut menarik buat dijelajahi—apalagi kalau bareng sahabat atau keluarga.
Karena jumlah kami cukup banyak dan sebagian nggak punya kendaraan pribadi, kami langsung cari layanan. Untungnya, ada Wisata Lombok Plus yang prosesnya cepat, drivernya ramah, dan yang paling penting: tahu spot-spot lokal yang seru tapi nggak terlalu mainstream. Kami jadi bisa eksplor tempat-tempat di Mataram yang biasanya terlewat.
1. Taman Mayura, Awal yang Menenangkan
Pemberhentian pertama kami adalah Taman Mayura. Tempat ini punya nilai sejarah tinggi, dulunya bagian dari kerajaan Hindu Bali di Lombok. Tapi yang membuat saya terkesan bukan hanya arsitekturnya—tapi suasananya. Tenang, rindang, dan cukup lapang buat duduk santai sambil buka bekal. Di bawah pohon rindang, kami gelar tikar, buka makanan yang dibawa masing-masing, dan mulai sesi ngobrol bebas sambil sesekali ngopi.
Anak-anak lari-larian, bapak-bapak main kartu, dan ibu-ibu sibuk motret makanan buat diunggah ke Instagram. Sederhana, tapi hangat. Dari tempat ini saja, piknik kami sudah terasa berhasil.
2. Berburu Jajanan di Pasar ACC Ampenan
Setelah cukup lama bersantai, kami lanjut ke kawasan Ampenan. Salah satu tempat yang saya pribadi suka adalah pasar ACC—pasar jajanan sore yang sering kali dilewatkan wisatawan luar. Tapi kalau kamu lokal, pasti tahu betapa nikmatnya ngemil di sini.
Kami berhenti sebentar untuk beli jajanan: klepon isi gula merah, sate rembiga, es kelapa muda, dan donat kampung. Mobil dari Wisata Lombok Plus parkir nggak jauh dari area pasar, jadi kami bisa bolak-balik dengan nyaman. Ini penting banget, karena kalau piknik bawa anak-anak kecil, mobilitas harus cepat dan aman.
3. Sunset Santai di Loang Baloq
Loang Baloq adalah pantai dalam kota yang kadang dipandang sebelah mata. Tapi sore itu, ketika langit mulai oranye dan matahari perlahan turun, saya merasa ini spot paling pas buat menutup hari.
Angin pantai bertiup pelan, suara ombak tenang, dan suasana ramai tapi tidak bising. Kami duduk di pasir, ada yang bermain bola, ada yang hanya diam menikmati cahaya keemasan di ujung barat. Piknik dadakan ini tiba-tiba terasa sangat berharga.
Bahkan sopir kami ikut nimbrung ngobrol santai, kasih cerita soal sejarah kuburan Loang Baloq dan cerita lokal yang belum tentu bisa kamu baca di internet. Momen-momen kecil seperti ini yang bikin saya makin percaya bahwa punya guide lokal dan layanan rental mobil yang familiar dengan area bisa mengubah total pengalaman perjalanan.
4. Kenapa Mataram Bisa Jadi Pilihan Piknik yang Tepat
Saya dulu juga berpikir, kalau mau liburan di Lombok, harus keluar kota. Tapi hari itu membuktikan, bahwa Mataram punya banyak potensi tersembunyi. Taman, pantai, tempat kuliner, bahkan gang-gang kecil dengan mural menarik yang cocok buat spot foto.
Dengan mobil sewaan, kami jadi bebas menentukan tempo. Mau mampir ke tempat yang tidak direncanakan? Bisa. Mau istirahat lebih lama di satu tempat? Tinggal bilang. Fleksibilitas ini yang membuat piknik terasa lebih “kami banget”, bukan sekadar ikut itinerary paket wisata biasa.
5. Tips Biar Piknik Matarammu Makin Seru
- Bawa bekal sendiri. Walaupun banyak tempat jajan, tapi makan bareng hasil masakan rumah selalu punya rasa tersendiri.
- Pilih rute yang dekat tapi bervariasi. Mataram punya banyak taman, pantai, dan tempat sejarah yang bisa dikunjungi dalam satu hari.
- Gunakan layanan sewa mobil terpercaya. Ini penting supaya waktu dan tenaga nggak habis buat nyari parkir atau nunggu transportasi umum. Kami terbantu banget dengan layanan sewa mobil Lombok yang disediakan Wisata Lombok Plus—armadanya bersih, drivernya sopan, dan tahu banget kondisi jalan.
- Buat playlist musik bareng. Selama di mobil, kami putar lagu-lagu nostalgia yang bikin suasana makin cair. Dari Dewa 19 sampai Sheila On 7, semuanya ikut nyanyi.
- Jangan lupa dokumentasi. Foto dan video akan jadi kenangan yang bisa kamu putar ulang kapan pun kamu rindu momen seperti ini.
6. Tentang Wisata Lombok Plus
Sebelum pengalaman ini, saya hanya tahu Wisata Lombok Plus sebagai penyedia paket liburan ke tempat-tempat hits di Lombok. Tapi setelah menggunakan layanan transportasi mereka, saya sadar mereka lebih dari itu. Mereka hadir bukan cuma untuk wisatawan luar, tapi juga warga lokal yang ingin eksplor lebih banyak sisi dari Lombok itu sendiri.
Mulai dari city tour, road trip keluarga, ziarah makam wali di Lombok, sampai tur privat ke Gili dan Sembalun—semua bisa disesuaikan. Dan yang saya suka, pendekatan mereka nggak kaku. Kita bisa request, ngobrol santai, dan bikin rencana sesuai gaya kita sendiri.
7. Piknik Bukan Sekadar Pergi, Tapi Kembali dengan Cerita
Hari itu kami tidak hanya keliling kota. Kami pulang membawa tawa, foto-foto lucu, dan cerita-cerita yang langsung viral di grup WhatsApp keluarga. Bahkan ada yang bilang, “Besok kita ke Mataram lagi yuk, tapi rutenya beda!” Dan seperti itulah, satu piknik sederhana bisa jadi awal dari tradisi kecil yang mempererat hubungan.
Mataram bukan hanya tempat lewat. Ia bisa jadi tujuan. Tempat berkumpul, bercerita, dan menikmati hidup dalam versi yang paling ringan. Dan semua jadi lebih mudah kalau kita punya teman perjalanan yang tahu cara membuat perjalanan terasa hangat—seperti Wisata Lombok Plus.