Uretritis Non-gonore: Penyebab, Tanda, dan Pengobatan

Peradangan uretra, saluran yang mengalirkan kencing dari kandung kemih ke luar, dikenal sebagai uretritis non-gonore. Infeksi ini, yang biasanya menyebar selama aktivitas seksual, dapat dihindari dengan menggunakan teknik seks yang aman. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang penyakit uretra non-gonore dari Klinik Raphael Cikarang.

Penyebab uretritis non-gonore

Berbeda dengan gonore, bakteri yang berbeda biasanya menyebabkan penyakit ini. Infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis adalah penyebab paling sering dari uretritis non-gonore. Kontak seksual adalah cara penyebaran penyakit ini.

Selain itu, virus herpes, Trichomonas vaginalis, dan bakteri lain termasuk Ureaplasma urealyticum juga diketahui menyebabkan penyakit ini.

Gejala dan tanda uretritis non-gonore

Uretritis non-gonore adalah kelainan yang dapat memanifestasikan gejalanya antara 1 dan 5 minggu setelah terpapar virus. Namun, banyak orang tidak memiliki gejala apapun, meskipun mayoritas akan memiliki gejala umum seperti:

1. Warna urine keruh.
2. Frekuensi siklus kencing meningkat.
3. Testis atau penis bengkak, terbakar, dan gatal.
4. Penis sakit saat melakukan aktivitas seksual.

Diagnosis uretritis selain gonore

Jika pasien menunjukkan gejala yang dikuatkan dengan pemeriksaan fisik, dokter kelamin cikarang mungkin mencurigai uretritis. Pemeriksaan perut, kandung kemih, penis, dan skrotum dilakukan pada pria.

Sementara itu, pemeriksaan fisik perut dan panggul dilakukan pada wanita. Berbagai tes diagnostik, seperti berikut ini, akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis lebih lanjut:

1. Protein C-reaktif dan hitung darah lengkap adalah contoh tes darah. Tes darah juga digunakan untuk memeriksa keberadaan virus penyebab infeksi menular seksual.
2. Bakteri Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis ditemukan dalam urin melalui urinalisis dan kultur urin.
3. Penyeka dubur atau vagina harus diperiksa untuk mencari virus atau bakteri penyebab uretritis.
4. Tes kehamilan, terutama bagi wanita yang telah melakukan aktivitas seksual tanpa kondom.

Faktor Risiko

Uretritis non-gonore lebih mungkin berkembang dalam situasi tertentu, termasuk yang berikut:

Jika salah satu pasangan menderita penyakit ini, yang lain juga harus dievaluasi dan diobati. Menurut anjuran dokter, antibiotik dapat digunakan untuk mengobati suatu penyakit. Untuk menghilangkan rasa sakit, gunakan air hangat berkali-kali setiap hari atau obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Ingatlah juga untuk menggunakan kondom dan menahan diri untuk tidak berhubungan seks saat Anda sakit.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda merasa ada gejala yang mengganggu dan dicurigai terinfeksi penyakit ini maka segeralah datang mengunjungi klinik kelamin terdekat. Dokter akan segera memeriksa keluhan yang Anda derita.