Tidak terasa sudah memasuki bulan Februari lagi. Itu tandanya dalam beberapa hari kedepan kita akan menyambut hari Valentine atau hari kasih sayang. Di Indonesia, biasanya dirayakan dengan memberikan bunga atau coklat kepada yang terkasih. Untuk mengetahui keunikan perayaan hari Valentine di negara lain, yuk simak terus artikel dibawah.
Mengetahui Asal Usul Valentine
Tanggal 14 Februari biasa diperingati sebagai hari perayaan kasih sayang di seluruh dunia. Namun, di hari yang dipenuhi dengan coklat dan bunga ini, kabarnya menyimpan kisah yang lumayan menyeramkan tentang asal usul hari tersebut.
Masih belum jelas mana cerita asli dari hari Valentine. Namun dikutip dari CNNIndonesia.com, terdapat 3 versi cerita asal usul hari Valentine yang lahir di beberapa tempat dengan jaman yang berbeda, yaitu:
1. Romawi Kuno
Salah satu versi paling terkenal tentang asal usul hari Valentine adalah bermula dari pesta pora minum anggur di zaman Romawi Kuno. Terdapat kebiasaan yang lumayan menyeramkan dibaliknya. Namun perayaan tersebut dijalankan dengan harapan bisa menambah kesuburan para perempuan dan penduduk terlindung dari serangan.
Perayaan yang dinamai Lupercalia dan biasa diadakan setiap 15 Februari dan terjadi selama 150 tahun. Sejarawan dari Yale, Noel Lenski, pada 2011 lalu menyatakan kepada National Public Radio, bahwa kebiasaan menyeramkan pada Lupercalia berhenti di abad kelima
Melihat uniknya perayaan tersebut, versi cerita ini sering kali direproduksi di media massa selama beberapa dekade terakhir. Dikutip dari Business Insider, kala itu Paus Gelaius memperlihatkan tanggal 14 Februari sebagai hari libur umat untuk menyingkirkan kebiasaan pagan itu.
2. Masa Kaisar Romawi Claudius II
Cerita berlainan dari jaman pemerintahan Romawi Claudius II yang mengeluarkan perintah para pemuda untuk menikah. Pasalnya, ketika menikah, prajurit diakui tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Santo Valentine dari Terni kala itu melanggar ketetapan Claudius II dan diam-diam menikahkan sebagai pasangan muda.
Ia lantas ditangkap dan dipenjarakan oleh Claudius II dan dihukum penggal pada tanggal 14 Februari. Legenda lain menyatakan bahwa ketika Valentine dipenjarakan oleh Claudius II, ia jatuh cinta dengan putri sipir penjara itu. Sebelum dieksekusi, ia dituding mengirimkan surat yang bertuliskan “from your Valentine”.
3. Perayaan Musim Semi
Dari ke-2 versi yang lumayan menyeramkan, seorang profesor di University of Kansas, Jack B. Oruch, punya teori yang berlainan dan tertarik untuk menelitinya. Jack meyakini sumber inspirasi modern tentang St. Valentine berasal dari seorang penyair Geoffery Chaucer. Chaucher adalah orang pertama yang menghubungkan kisah St. Valentine dengan romantisme.
Menurut Oruch, Chaucher mendapatkan inspirasi tersebut karena Februari di Inggris adalah awal musim semi ketika burung-burung mulai mencari pasangan.
Dikutip dari New York Times, Oruch juga berargumen bahwa Chaucher menilai nama Valentine terdengar lebih bagus ketimbang orang kudus lainnya yang dirayakan pada Februari di telinga orang Eropa.
Syair dan puisi-puisi Chaucher lah yang lantas melahirkan peresmian modern Valentine sebagai hari kasih sayang.
Nah, kira-kira versi cerita mana yang anda yakini? Namun di luar perihal tersebut, sampai saat ini hari Valentine tetap diakui sebagai hari mengungkapkan kasih sayang kepada orang yang dikasihi.
Perayaan Unik Valentine Di Beberapa Negara

Berikut ini beberapa perayaan Valentine unik dari sejumlah negara, yaitu:
1. Filipina
Dimulai dari salah satu negara anggota Asia Tenggara yang penduduknya punya paras yang serupa dengan warga negara Indonesia, yakni Filipina. Negara ini punya kebiasaan yang unik di dalam merayakan Valentine.
Pasangan-pasangan di Filipina bakal berkumpul di sebuah tempat pada tanggal 14 Februari. Lalu, seorang pendeta bakal memimpin upacara pernikahan untuk mereka. Benar sekali! Nikah massal nih.
Cukup banyak pasangan yang bakal ikuti misa pernikahan massal. Di tahun 2012, jumlah pasangan yang ikuti acara tersebut hampir mencapai 2.000 pasangan. Di samping pernikahan massal, sebagian pasangan yang telah menikah juga bisa ikuti acara tersebut untuk memperbarui sumpah pernikahan. Sehingga mereka merasa kembali lagi ke hari pertama mereka mengucapkan janji suci bersama.
2. Cina
Masih dari benua Asia, kini kita pindah ke negara yang punya jumlah penduduk terbanyak di dunia, yakni Cina. Hari Valentine di Cina biasa disebut dengan Festival Qizi. Festival ini kebanyakan dirayakan pada hari ketujuh, bulan ketujuh setiap tahunnya.
Pada perayaan ini, para perempuan yang belum menikah kebanyakan berdoa agar mendapatkan suami yang baik atau mendapatkan keterampilan menjahit yang hebat. Sayangnya, saat ini kebiasaan tradisional unik tersebut telah mulai ditinggalkan dan perayaan yang dijalankan mulai berubah mengikuti kebiasaan Barat.
Namun tidak menutup kemungkinan masih ada sebagian penduduk yang merayakan kebiasaan tradisional yang unik untuk merayakan hari Valentine.
3. Korea Selatan
Sekarang mari pergi ke salah satu negara yang terdapat di benua Asia Timur, yakni Korea Selatan. Bagi para pengagum budaya Korea Selatan atau K-Pop, kemungkinan sudah tidak asing lagi dengan budaya “cinta” yang diterapkan oleh negara ini.
Begitu ngetren-nya Valentine di negara ini, karena perayaannya sampai terjadi selama tiga bulan lho! Tepat pada 14 Februari, mereka bakal merayakan hari Valentine. Biasanya sang perempuan bakal memberikan hadiah, baik coklat, bunga, atau karya hasil tangannya sendiri untuk pasangannya.
Sebulan kemudian, pada 14 Maret, mereka merayakan hari putih (White Day), di mana sang laki-laki membalas apa yang telah diberikan sang perempuan pada hari Valentine. Tidak berhenti sampai itu. Perayaan Valentine nyatanya terus berlanjut sampai 14 April. Ini adalah saatnya para jomblo yang ingin merayakan hari Valentine.
Hari itu disebut juga dengan ‘hari hitam’ atau “Black Day”, di mana mereka bakal merayakannya dengan mengenakan pakaian serba hitam dan memakan hidangan khas, yakni mie bersaus kental warna hitam yang bernama Jajangmyeon dan minum kopi hitam.
4. Denmark
Pindah ke benua Eropa, Perayaan Valentine di Denmark diwarnai dengan kebiasaan unik berbentuk menukar kartu yang dijalankan oleh laki-laki pada perempuan yang dia suka. Pertukaran kartu ini disebut dengan pertukaran kartu terkasih.
Tepat pada tanggal 14 Februari, seorang laki-laki bakal memberikan sebuah surat kepada perempuan. Surat itu berisi puisi-puisi cinta atau gombalan yang terbuat dari potongan kertas. Potongan-potongan kertas itu disusun sekreatif mungkin.
Di akhir surat tersebut bakal tertulis anonim sehingga memberi kesan misterius dan memberi tugas kepada perempuan untuk menebak pengirim surat tersebut. Apabila tebakannya benar, mereka bakal pergi nge-date. Apakah Anda ingin mencobanya?
5. Jerman
Satu lagi nih dari benua Eropa yang khas dengan negara pendidikannya, yakni Jerman. Perayaan Valentine hanya dirayakan oleh orang dewasa. Banyak babi yang bakal ditemukan di Jerman sebagai simbol keberuntungan dan nafsu.
Pasangan bakal saling bertukar patung, gambar, apalagi coklat berbentuk babi. Nah, untuk menutup hari Valentine, kebanyakan orang–orang bakal mengunyah kue jahe berbentuk hati dengan pesan romantis yang ditulis di dalam lapisan gula.